Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan
umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan
uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam
beberapa tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi
peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka
tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk
simpanan deposan.
Perkembangan Perbankan Di Indonesia
Bank merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan
dalam bidang keuangan.
Gambar
diatas menunjukkan Perkembangan Perbankan Negara Republik Indonesia tahun 2007
- 2011.
Sekilas sejarah ringkas perbankan di
Indonesia
Periode I : Jaminan penjajahan
Belanda sampai kependudukan Jepang. Banyak beroperasinya bank-bank milik
Belanda (De Java Bank, De Nederlandsche Handel Maatschappij, De Nationale Handelsbank
dan Escompto Bank) dan bank-bank lain yang berasal dari Inggris, Australia dan
Cina. Namun ada juga bank milik pribumi yaitu Bank Desa, Lumbung Desa dan
Alegemene Volkscredietbank AVB).
Periode II : Pada tahun pertama
pendududkan Jepang, kantor-kantor bank ditutup. Pada tanggal 20 Oktober 1942
semua bank Belanda, Inggris dilikwidasi namun AVB tidak dilikwidasi.
Periode III : Dibukanya Bank
Industri Negara yang bergerak di bidang pembelanjaan pembangunan khususnya
industri dan pertambangan.
Periode IV : Merupakan periode orde
baru, dimana perekonomian terpimpin diganti menjadi perekonomian yang lebih
demokratis. Bank-bank pemerintah pun dikembalikan menjadi bank umum dengan
tugas khusus.
Dari waktu
ke waktu kondisi dunia perbankan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan.
Selain disebabkan oleh perkembangan internal dunia perbankan, juga tidak
terlepas dari pengaruh perkembangan di luar dunia perbankan, seperti sektor
riil dalam perekonomian, politik, hukum, dan sosial. Perkembangan faktor
internal dan external tersebut menyebabkan kondisi perbankan di Indonesia dapat
dikelompokan dalam
4 periode.Masing-masing periode mempunyai ciri khusus yang tidak dapat disamakan dengan periode lainnya. Deregulasi di sektor riil dan moneter yang dimulai sejak tahun 1980-an serta terjadinya krisis ekonomi di Indonesia sejak akhir tahun 1990-an adalah dua peristiwa utama yang telah menyebabkan munculnya empat periode kondisi perbankan di Indonesia sampai dengan tahun 2000.
Keempat
periode itu adalah :
• Kondisi perbankan di Indonesia sebelum serangkaian paket – paket deregualsi di sektor riil dan moneter yang dimulai sejak tahun 1980-an.
• Kondisi perbankan di Indonesia setelah munculnya deregulasi sampai dengan masa sebelum terjadinya krisis ekonomi pada akhir tahun 1990-an.
• Kondisi perbankan di Indoneisa pada masa krisis ekonomi sejak akhir tahun 1990-an.
• Kondisi perbankan di Indonesia pada saat sekarang ini.
• Kondisi perbankan di Indonesia sebelum serangkaian paket – paket deregualsi di sektor riil dan moneter yang dimulai sejak tahun 1980-an.
• Kondisi perbankan di Indonesia setelah munculnya deregulasi sampai dengan masa sebelum terjadinya krisis ekonomi pada akhir tahun 1990-an.
• Kondisi perbankan di Indoneisa pada masa krisis ekonomi sejak akhir tahun 1990-an.
• Kondisi perbankan di Indonesia pada saat sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar